Reconnectnaturalhealing – Gas sulfur dari Gunung RGO303 Ruang menyebar ke seluruh Indonesia, benarkah?

Reconnectnaturalhealing – Suatu unggahan di TikTok menarasikan kalau gas belerang dioksida( SO2) dari erupsi gunung ruang telah menabur keseluruh RGO303 indonesia serta menimbulkan hujan asam.

Selanjutnya deskripsi dalam unggahan itu:

“ hallo teman2 saya hanya ingin infokan kalau gas so2 yg di sebabkan erupsinya gunung ruang itu udah nyampe nyebar ke semua indonesia serta gas so2 dapat membuat hujan asam yg sanggup mengganggu tumbuhan serta ga bagus untuk kesehatan nafas,”

Tetapi, benarkah gas SO2 Gunung Ruang menabur keseluruh Indonesia akibatkan hujan asam?

Uraian:

Periset Tubuh Studi serta Inovasi Nasional( BRIN) Eddy Hermawan mengatakan dentuman Gunung Ruang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, Sulut menciptakan semprotan lahar pijar serta membebaskan gas belerang dioksida( SO2) yang menabur ke semua area Indonesia.

Beliau berkata pusaran angin di barat laut Pulau Sumatra itu sudah menarik uap air dari Australia serta Laut Pasifik. Gas belerang dioksida yang pergi dari kawah Gunung Ruang pula turut terhambur bersamaan dengan terdapatnya siklon tropis.

” Erupsi tidak memunculkan anomali cuaca yang besar. Hujan yang terjalin dikala ini lebih didominasi sebab akibat IOD yang mulai minus serta terdapatnya siklon tropis di barat laut Pulau Sumatra,” tutur Eddy dikutip dari ANTARA.

Ia menerangkan gas belerang dioksida yang menabur dampak dentuman Gunung Ruang tidak memunculkan hujan asam semacam yang marak dibahas khalayak di alat sosial.

Tubuh Meteorologi Ilmu cuaca serta Geofisika( BMKG) Kategori I Baginda Aji Muhammad Sulaiman( SAMS) Sepinggan Balikpapan LIVECHAT RGO303 melaporkan belum menyambut data paparan gas SO2( belerang dioksida) di Kalimantan Timur pasca- erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara( Sulut).

” Buat mengenali apakah paparan gas SO2 hingga Kaltim cocok dengan data yang tersebar, pasti wajib terdapat sokongan informasi. Hingga dikala ini, kita belum dapat data itu,” tutur Ketua aspek informasi serta data BMKG Balikpapan Diyan Novrida, dikutip dari ANTARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *